
Tugas Mata Kuliyah Opini Publik
Menganalisis
Aksi Damai 4 November 2016
Nama
: Agus Purnomo
NPM
: C1021511RB5013
Fakultas
Ilmu komunikasi Universitas Sangga Buana YPKP Bandung
Dosen
Pembimbing : Adi Permana Sidik, S. SI.Kom.,MI.Kom
Kasus Penistaan agama yang dilakukan
oleh ahok kini menjadi trending topik dimana – mana tak terkecuali di ranah media
internasional. Kasus yang menyangkut salah satu agama atau kepercayaan umat
terbesar didunia ini, semakin bergulir pada puncaknya yang berujung pada aksi
damai yang kemudian menjadi mala petaka pada 4 November 2016. Meskipun senin 7 November 2016 ahok telah diperiksa namun masih banyak menyisakan teka
– teki sekaligus isu yang seolah – olah akan menjadi buah bibir kelak yaitu”
siapakah dalang sekaligus orang – orang dibalik layar Tragedi 4 November 2016
ini.
Kronologi Kasus
Sebelum lebih jauh kita membahasnya
mari kita tengok sebentar, kronologi awal kasus ini. Tanggal 27 September 2016
Ahok melakukan kunjungan kerja ke kepualan seribu, dalam pidatonya Ahok
menyatakan tidak memaksa warga untuk memilih dirinya pada pilkada DKI 2017.
Pernyataan itu disertai kutipan surat Al-maidah ayat 51. Kemudian tanggal 6 Oktober 2016 potongan
fidio ahok di kepulauan seribu, menyebar melalui postingan akun facebook mulik
bun yani, yang sebelumnya telah diunggah terlebih dahulu oleh Pemprof DKI
Jakarta. Hal ini membuat fidio itu menjadi viral dimedia massa dan sontak,
membuat Ahok menjadi merasa terpojokan dengan berbagai pemberitaan Media
Menegenai dirinya. Kemudia pada tangal 10 Oktober 2016 Ahok meminta Maaf`kepada
semua elemen masyarakat melalui Media. Namun karena begitu viral dan bumingnya
vidio ahok ini sehingga memicu perang antar kelompok dan pengguna media baik
yang pro maupun kontra terhadap ahok. Para pengguna Media dalam hal ini saling
menyuarakan aspirasinya baik yang menyinggung ras,suku budaya agama dan lain –
lain. Hal ini memicu gejolak sosial dari berbagai alim ulama untuk bereaksi dan
menimbulkan memobilisasi atau dorongan dari para alim ulama mengajak para ketua
sekaligus anggota Front pembela Islam serta Ormas – Ormas lain untuk berdemo
atau menyatakan tangkap, serta adili ahok yang dinilai telah menjadi musuh agam
islam karena ucapanya yang menyinggung umat islam.
Sebenarnya ketua lembaga islam
sekaligus ormas terbesar di indonesia yaitu MUI, Nahdlatul Ulama, serta
Muhamadiyah telah menyuarakan agar para warganya tidak mengikuti aksi damai 4
november tersebut serta tidak mudah terpecah belah dengan pernyataan- pernyataan
pengguna media yang seolah – olah mengadu domba antar umat islam. Namun tetap
saja hal ini tidak di gubris dari sebagian besar massa yang idak setuju.
Aksi Damai 4 November
Aksi
damai 4 November sungguh luarbiasa . Mengapa demikian?
Karena Aksi demo berlangsung tidak
hanya di lakukan di jakarta saja, namun serentak dilakukan diberbagai kota –
kota besar di indonesia. Ditaksir, Jumlah massa yang berada di jakarta mencapai
2,3 juta Orang. Hal ini belum termasuk yang ada di kota – kota besar lainya seperti
medan, makasar, serta kota – kota lainya. Begitu sepesialnya demo ini bagi umat
islam di seluruh indonesia waraga indonesia yang berada diamerica pun mendukung
hal yang sama yaitu menuntut agar ahok diproses hukum dan diadili. Demo
berlangsung setelah subuh, massa yang menyengajakan untuk datang lebih awal ke
jakarta datang satu hari sebelum aksi demo berlangsung. Aksi Massa
berkosentarasi di sekita bundaran hotel indonesia, Monas, Istana Negara dan
ditutup di depan gedung DPR. Awalnya aksi damai berjalan dengan tertib, hal itu
terlihat dari masa yang begitu antusias menyuarakan tuntutan mereka di
sepanjang jalan.Namun beberapa massa terlihat emosi ketika beberapa Stasiun TV
Yang sering Menyiarkan, Membela, mengagung agungkan ahok dalam pemberitaanya,
seperti metro TV yang diusir dari tempat peliputanya. Namun hingga menjelang
petang aksi massa semakin runyam dan cenderung rusuh. Sebenarnya kementrian
terkait seperti menteri hukum & Ham serta beberapa mentri lainya yang
mendampingi telah bertemu dengan perwakilan massa namun, hal itu belum cukup.
Sehingga wakil presiden Jusuf Kalla serta didampingi mentri terkait
mempersilahkan 15 orang perwakilan massa untuk menjalin kesepakatan sesuai tuntutan.
Namun apadaya, suasana di semua tempat unjuk rasa semakin runyam. Karena
sebenarnya mereka mengiginkan Presiden lansung yang menemui para demonstran.
Mereka mencaci maki, menghujat serta bertindak brutal. Terlebih ketika polisi
mencoba memukul mundur massa. Pukul 18.00 Wib adalah waktu yang seharusnya
menjadi waktu berahirnya demonstran sesuai Undang – undang. Dan Puncaknya pada
pukul 19.19 Wib Demonstran semakin tidak bisa dikendalikan, hal ini membuat
polisi menyemprotkan gas air mata kearah para pengunjuk rasa. Tidak kalah, para
pendemo pun melimpahkan kekesalanya dengan membakar 3 mobil aparat kamanan. Dan
bentrok antara polisi dan para pengunjuk rasa pun tidak terelakan, hingga tidak
bisa dikendalikan. Media massa yang melakukan peliputan menjauh dari Kerumunan,
untuk menhindari bentrok. Polisi mencoba
untuk memukul mundur para pengunjuk rasa mengingat waktu untuk berunjuk rasa
telah berahir. Sedikit demi sedikit pemicu sekaligus pelopor kericuhan
diamankan petugas 15 orang ditangkap. Begitu juga para polisi dilapangan yang
semakin mendesak para demonstran untuk mundur.
Situasi kini mulai kondusif, tinggal
beberapa sisa hasil amukan massa yang membakar property aparat keamanan. Namun,
masa tetaplah massa yang ingin menuntut aspirasinya. Massa pindah menuju depan
gedung DPR untuk menuntut dan menyarakan
aksinya. Hingga larut malam massa memenuhi area depan gedung DPR RI. Malam
menjelang pagi, Akhirnya President Joko widodo membuka suara, beliau
menjanjikan bahwa kasus ahok ini akan diselesaikan selama 2 minggu dan akan
berjalan terbuka, transparasi, lansung dan secara tegas akan di usut tuntas
sesuai tuntutan demonstran. Mendengar hal itu para demonstran pagi seteh subuh
menmbubarkan diri adi kota jakarta untuk kembali pulang ke daerah masing –
masing.
Analisis
Awal Mula Fidio Ahok Menjadi viral
karena Bun yani dengan sengaja memotong kata pakai sehingga dengan
menghilangkan kata pakai maka fodio itu terkesan memojokan islam secara lebih
spesifik. Kemudian dibalik dorongan atau mobilitas massauntuk berdemo ternyata
ada beberapa Tokoh – tokoh Politi yang dianggap menunggangi aksi demo tersebut.
hal ini berlandaskan isu – isu yang muncul pada berbagai media massa bahwa
penghasut – penghasut sekaligus penggerak demo dari berbagai sudut daerah siap
membantu partainya agar menang pada Pilkada DKI tahun 2017. Hal ini menjadi
kesempatan para politisi yang menjadi wakil didaerah untuk berbuat, mendukung
partainya agar nilai elektbilitas Cagub dan Cawagub semakin naik, dan nilai
elektabilitas sang petahana akan turun.
Kemudian Karna peran media massa
yang sangat dominan pada masyarakat saat ini, membuat para pendukung atau lawan
sang petahana menyerukan masalah ini agar menjadi perhatian di media sosial.
Seperti yang kita ketahui seorang Bunyani yang dianggap paling bertanggung
jawab atas viralnya fidio ahok ternyata dia adalah seorang pendukung sandiaga
Uno dan Anis baswedan. Hal itu terbukti dalam postinganya dalam salah satu
media sosialnya menyebutkan “ kalo memandang wajah burisma teduh, kalo
memandang wajahnya pa Ahok ingin melempar jumrah ” hal ini jelas bahwa bun yani
adalah haters dari pa ahok dan beliau juga sebagai relawan atau pendukung anis
baswedan dan sandiaga uno. Bisa
diselaraskan bahwa hal ini seorang bunyani mempunyai peran besar dari kemurkaan
umat islam indonesia kepada Ahok karena bunyani menjadi pengunggah fidionya di
Facebook yang hanya 30 detik jauh dari transkip aslinya.
Bisa dianalisa, bahwa kemarahan umat
islam yang berujung pada aksi damai 4 november diakibatkan karena pemlintiran
kata – kata yang dilakukan bun yani sehingga apa yang diungahnya menjadi
tontonan yang berbau menghujat, dan melontarkan kebencian terhadap umat agama.
Lalu apa hubunganya dengan tokoh – tokoh politik ?
Dengan Melihat pernjelasan diatas,
kita bisa mengetahui bahwa dengan adanya kesempatan seorang yang menjadi haters
dari Ahok para pelaku politik bisa saja bekerja sama dengan para kadernya di
daerah untuk memobilisasi para tokoh untuk melakukan aksi demo kepada umat
islam. Hal ini sangatlah beralasan mengigat Pilkada DKI ini menjadi Pilkada
yang sangat seksi bagi para pengusung atau partai. Pemenang dari Pilkada DKI
2017 bisa saja akan menjadi bagian penting dari Pilpres. Masih ingat dengan
Jokowi yang ketika itu sebagi gubernur DKI melenggang mulus menjadi presiden pada pilpres 2014. Ha ini
mungkin bisa terjadi pada pilpres tahun 2019.
Dalam Aksi damai 4 November itu
Pula terjadi Kerusuhan pada Pukul 19.17 Wib. Mengapa Hal Itubisa terjadi?
Dalam Hal ini ada sekelompok Orang
yang telah ditangkap untuk diperiksa. Disinyalir meraka bukan bagian dari aksi
demo, yang berlansung dijakarta. Dalam aksi masa yang begitu besar, kita harus
tau bahwa banyak provokator – provokator yang tersusun yang bisa saja utusan
dari lawan partai politik. Tujanya sederhana, yaitu mereka ingin kita terpecah
belah, rusuh dan anarkis.
Dengan media menstrim pada masa
kini, kita sebagai umat muslim tidak boleh gampang teradu domba dengan kata –
kata atau bahkan postingan dari seseorang yang tidak bertanggung jawab.
Revolusi mental sangatlah penting bagi kita semua. Serta kunci yang paling di
utamakan oleh kita yaitu kita sebagai warga negara harus menjunjung tinggi
Bhineka Tunggal Ika yaitu persatuan dan kesatuan dalam keberagaman atau
perbedaan. Saling memaafkan akan menjebatani, mengurangi, meminimalisir sebuah
konflik baik konflik keecil maupun
besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar