Sabtu, 12 November 2016

Dibalik Layar Massa 4 November 2016


Image result for aksi 4 november gambar


Tugas Mata Kuliyah Opini Publik
Menganalisis Aksi Damai 4 November 2016
Nama : Agus Purnomo
NPM : C1021511RB5013
Fakultas Ilmu komunikasi Universitas Sangga Buana YPKP Bandung
Dosen Pembimbing : Adi Permana Sidik, S. SI.Kom.,MI.Kom


            Kasus Penistaan agama yang dilakukan oleh ahok kini menjadi trending topik dimana – mana tak terkecuali di ranah media internasional. Kasus yang menyangkut salah satu agama atau kepercayaan umat terbesar didunia ini, semakin bergulir pada puncaknya yang berujung pada aksi damai yang kemudian menjadi mala petaka pada 4 November 2016. Meskipun  senin 7 November 2016 ahok telah diperiksa namun masih banyak menyisakan teka – teki sekaligus isu yang seolah – olah akan menjadi buah bibir kelak yaitu” siapakah dalang sekaligus orang – orang dibalik layar Tragedi 4 November 2016 ini.

Kronologi Kasus

            Sebelum lebih jauh kita membahasnya mari kita tengok sebentar, kronologi awal kasus ini. Tanggal 27 September 2016 Ahok melakukan kunjungan kerja ke kepualan seribu, dalam pidatonya Ahok menyatakan tidak memaksa warga untuk memilih dirinya pada pilkada DKI 2017. Pernyataan itu disertai kutipan surat Al-maidah ayat 51.  Kemudian tanggal 6 Oktober 2016 potongan fidio ahok di kepulauan seribu, menyebar melalui postingan akun facebook mulik bun yani, yang sebelumnya telah diunggah terlebih dahulu oleh Pemprof DKI Jakarta. Hal ini membuat fidio itu menjadi viral dimedia massa dan sontak, membuat Ahok menjadi merasa terpojokan dengan berbagai pemberitaan Media Menegenai dirinya. Kemudia pada tangal 10 Oktober 2016 Ahok meminta Maaf`kepada semua elemen masyarakat melalui Media. Namun karena begitu viral dan bumingnya vidio ahok ini sehingga memicu perang antar kelompok dan pengguna media baik yang pro maupun kontra terhadap ahok. Para pengguna Media dalam hal ini saling menyuarakan aspirasinya baik yang menyinggung ras,suku budaya agama dan lain – lain. Hal ini memicu gejolak sosial dari berbagai alim ulama untuk bereaksi dan menimbulkan memobilisasi atau dorongan dari para alim ulama mengajak para ketua sekaligus anggota Front pembela Islam serta Ormas – Ormas lain untuk berdemo atau menyatakan tangkap, serta adili ahok yang dinilai telah menjadi musuh agam islam karena ucapanya yang menyinggung umat islam.
            Sebenarnya ketua lembaga islam sekaligus ormas terbesar di indonesia yaitu MUI, Nahdlatul Ulama, serta Muhamadiyah telah menyuarakan agar para warganya tidak mengikuti aksi damai 4 november tersebut serta tidak mudah terpecah belah dengan pernyataan- pernyataan pengguna media yang seolah – olah mengadu domba antar umat islam. Namun tetap saja hal ini tidak di gubris dari sebagian besar massa yang idak setuju.

Aksi Damai 4 November

Aksi damai 4 November sungguh luarbiasa . Mengapa demikian?
            Karena Aksi demo berlangsung tidak hanya di lakukan di jakarta saja, namun serentak dilakukan diberbagai kota – kota besar di indonesia. Ditaksir, Jumlah massa yang berada di jakarta mencapai 2,3 juta Orang. Hal ini belum termasuk yang ada di kota – kota besar lainya seperti medan, makasar, serta kota – kota lainya. Begitu sepesialnya demo ini bagi umat islam di seluruh indonesia waraga indonesia yang berada diamerica pun mendukung hal yang sama yaitu menuntut agar ahok diproses hukum dan diadili. Demo berlangsung setelah subuh, massa yang menyengajakan untuk datang lebih awal ke jakarta datang satu hari sebelum aksi demo berlangsung. Aksi Massa berkosentarasi di sekita bundaran hotel indonesia, Monas, Istana Negara dan ditutup di depan gedung DPR. Awalnya aksi damai berjalan dengan tertib, hal itu terlihat dari masa yang begitu antusias menyuarakan tuntutan mereka di sepanjang jalan.Namun beberapa massa terlihat emosi ketika beberapa Stasiun TV Yang sering Menyiarkan, Membela, mengagung agungkan ahok dalam pemberitaanya, seperti metro TV yang diusir dari tempat peliputanya. Namun hingga menjelang petang aksi massa semakin runyam dan cenderung rusuh. Sebenarnya kementrian terkait seperti menteri hukum & Ham serta beberapa mentri lainya yang mendampingi telah bertemu dengan perwakilan massa namun, hal itu belum cukup. Sehingga wakil presiden Jusuf Kalla serta didampingi mentri terkait mempersilahkan 15 orang perwakilan massa untuk menjalin kesepakatan sesuai tuntutan. Namun apadaya, suasana di semua tempat unjuk rasa semakin runyam. Karena sebenarnya mereka mengiginkan Presiden lansung yang menemui para demonstran. Mereka mencaci maki, menghujat serta bertindak brutal. Terlebih ketika polisi mencoba memukul mundur massa. Pukul 18.00 Wib adalah waktu yang seharusnya menjadi waktu berahirnya demonstran sesuai Undang – undang. Dan Puncaknya pada pukul 19.19 Wib Demonstran semakin tidak bisa dikendalikan, hal ini membuat polisi menyemprotkan gas air mata kearah para pengunjuk rasa. Tidak kalah, para pendemo pun melimpahkan kekesalanya dengan membakar 3 mobil aparat kamanan. Dan bentrok antara polisi dan para pengunjuk rasa pun tidak terelakan, hingga tidak bisa dikendalikan. Media massa yang melakukan peliputan menjauh dari Kerumunan, untuk menhindari  bentrok. Polisi mencoba untuk memukul mundur para pengunjuk rasa mengingat waktu untuk berunjuk rasa telah berahir. Sedikit demi sedikit pemicu sekaligus pelopor kericuhan diamankan petugas 15 orang ditangkap. Begitu juga para polisi dilapangan yang semakin mendesak para demonstran untuk mundur.

            Situasi kini mulai kondusif, tinggal beberapa sisa hasil amukan massa yang membakar property aparat keamanan. Namun, masa tetaplah massa yang ingin menuntut aspirasinya. Massa pindah menuju depan gedung DPR  untuk menuntut dan menyarakan aksinya. Hingga larut malam massa memenuhi area depan gedung DPR RI. Malam menjelang pagi, Akhirnya President Joko widodo membuka suara, beliau menjanjikan bahwa kasus ahok ini akan diselesaikan selama 2 minggu dan akan berjalan terbuka, transparasi, lansung dan secara tegas akan di usut tuntas sesuai tuntutan demonstran. Mendengar hal itu para demonstran pagi seteh subuh menmbubarkan diri adi kota jakarta untuk kembali pulang ke daerah masing – masing.

Analisis

            Awal Mula Fidio Ahok Menjadi viral karena Bun yani dengan sengaja memotong kata pakai sehingga dengan menghilangkan kata pakai maka fodio itu terkesan memojokan islam secara lebih spesifik. Kemudian dibalik dorongan atau mobilitas massauntuk berdemo ternyata ada beberapa Tokoh – tokoh Politi yang dianggap menunggangi aksi demo tersebut. hal ini berlandaskan isu – isu yang muncul pada berbagai media massa bahwa penghasut – penghasut sekaligus penggerak demo dari berbagai sudut daerah siap membantu partainya agar menang pada Pilkada DKI tahun 2017. Hal ini menjadi kesempatan para politisi yang menjadi wakil didaerah untuk berbuat, mendukung partainya agar nilai elektbilitas Cagub dan Cawagub semakin naik, dan nilai elektabilitas sang petahana akan turun.

            Kemudian Karna peran media massa yang sangat dominan pada masyarakat saat ini, membuat para pendukung atau lawan sang petahana menyerukan masalah ini agar menjadi perhatian di media sosial. Seperti yang kita ketahui seorang Bunyani yang dianggap paling bertanggung jawab atas viralnya fidio ahok ternyata dia adalah seorang pendukung sandiaga Uno dan Anis baswedan. Hal itu terbukti dalam postinganya dalam salah satu media sosialnya menyebutkan “ kalo memandang wajah burisma teduh, kalo memandang wajahnya pa Ahok ingin melempar jumrah ” hal ini jelas bahwa bun yani adalah haters dari pa ahok dan beliau juga sebagai relawan atau pendukung anis baswedan dan sandiaga uno.  Bisa diselaraskan bahwa hal ini seorang bunyani mempunyai peran besar dari kemurkaan umat islam indonesia kepada Ahok karena bunyani menjadi pengunggah fidionya di Facebook yang hanya 30 detik jauh dari transkip aslinya.

            Bisa dianalisa, bahwa kemarahan umat islam yang berujung pada aksi damai 4 november diakibatkan karena pemlintiran kata – kata yang dilakukan bun yani sehingga apa yang diungahnya menjadi tontonan yang berbau menghujat, dan melontarkan kebencian terhadap umat agama. Lalu apa hubunganya dengan tokoh – tokoh politik ?
            Dengan Melihat pernjelasan diatas, kita bisa mengetahui bahwa dengan adanya kesempatan seorang yang menjadi haters dari Ahok para pelaku politik bisa saja bekerja sama dengan para kadernya di daerah untuk memobilisasi para tokoh untuk melakukan aksi demo kepada umat islam. Hal ini sangatlah beralasan mengigat Pilkada DKI ini menjadi Pilkada yang sangat seksi bagi para pengusung atau partai. Pemenang dari Pilkada DKI 2017 bisa saja akan menjadi bagian penting dari Pilpres. Masih ingat dengan Jokowi yang ketika itu sebagi gubernur DKI melenggang mulus  menjadi presiden pada pilpres 2014. Ha ini mungkin bisa terjadi pada pilpres tahun 2019.

Dalam Aksi damai 4 November itu Pula terjadi Kerusuhan pada Pukul 19.17 Wib. Mengapa Hal Itubisa terjadi?

           Dalam Hal ini ada sekelompok Orang yang telah ditangkap untuk diperiksa. Disinyalir meraka bukan bagian dari aksi demo, yang berlansung dijakarta. Dalam aksi masa yang begitu besar, kita harus tau bahwa banyak provokator – provokator yang tersusun yang bisa saja utusan dari lawan partai politik. Tujanya sederhana, yaitu mereka ingin kita terpecah belah, rusuh dan anarkis.  
            Dengan media menstrim pada masa kini, kita sebagai umat muslim tidak boleh gampang teradu domba dengan kata – kata atau bahkan postingan dari seseorang yang tidak bertanggung jawab. Revolusi mental sangatlah penting bagi kita semua. Serta kunci yang paling di utamakan oleh kita yaitu kita sebagai warga negara harus menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika yaitu persatuan dan kesatuan dalam keberagaman atau perbedaan. Saling memaafkan akan menjebatani, mengurangi, meminimalisir sebuah konflik  baik konflik keecil maupun besar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar