Nama : Agus Purnomo
NPM : C1021511RB5013
Semester Tiga ( Ganjil) 2016
Dosen : Adi Permana Sidik,.M.I.Kom
UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG
Bab Satu
Filsafat Sosiologi Komunikasi
A.
Filsafat
Sosial, Sosiologi Modern, Dan Komunikasi
Pada mulanya, kajian tentang
komunikasi, apalagi ilmu komunikasi adalah sesuatu yang tak pernah ada dalam
khazanah ilmu pengetahuan. Ketika pada mulanya semua masalah manusia masih
dalam kajian filsafat, maka komunikasi selain tidak terpikirkan atau belum
dipikirkan oleh manusia (laten fenomena).
1.
Sebelum
Yunani Kuno (Sebelum ± 600 SM)
Mistik adalah sebuah
fenomena fisika yang sebenarnya sudah ditemukan oleh para mistikus pada ribuan
tahun yang lalu, sedangkan fenomena yang sama baru ditemukan oleh para
fisikawan modern saat ini.
Jadi, dengan demikian
persoalan mistik ini adalah sebuah rahasia Allah yang sebenarnya oleh mistikus
sudah dapat diungkapkan sejak ribuan tahun lalu. Ketakutan manusia terhadap
mistik adalah sebuah fenomena sains dan pengetahuannya yang belum dapat
menjelaskan objek-objek mistik itu sendiri dan bagaimana ia menjelaskan dengan
menggunakan bahasa yang rasional terhadap dirinya maupun kepada orang lain.
Kehidupan manusia
sebelum lahirnya peradaban Yunani Kuno, benar – benar dipengaruhi oleh mistik,
sehingga mistikus yang terdiri dari para orang pintar, elite masyarakat, orang
kuat adalah pemegang kekuasaan tertinggi di masyarakat, sebaliknya anggota
masyarakat dibelenggu oleh pemikiran – pemikiran mistik yang saat ini disebut
sebagai sesuatu yang tidak rasional. Walaupun keadaan ini berlangsung dalam
kurun waktu yang sangat lama, namun dalam masayarakat tersebut dianggap sesuatu
yang biasa – biasa saja.
2.
Yunani
Kuno (± 600 SM)
Pada perioderisasi
sekitar ±
600
SM periode ini ditandai oleh pergeseran pemikiran dari mitos ke logos.
Penjelasan-penjelasan mistik yang berdasarkan kepercayaan irasional tentang gejala-gejala
alam bergeser pada penjelasan logis yang berdasarkan pada rasio.
Para filsuf alam mulai
menyibukan diri dengan pertanyaaan – pertanyaan tentang asas pertama ( arkhe )
dan prinsip yan mengatur alam semesta.
3.
Abad
Pertengahan (300 SM – 1300 M)
Kebenaran utama adalah
kebenaran teologis yang termaktub dalam wahyu Tuhan. Manusia tidak dapat
mencapai pengetahuan sejati tanpa iluminasi kebenaran ilahi. Singkatnya,
rasionalitas mengalami deotonomisasi dari posisi semula yang independen pada
masa filsuf-filsuf yunani. Filsafat menjadi abdi dari teologi dimana
pemikiran-pemikiran filsuf digunakan untuk mendukung kebenaran wahyu.
4.
Filsafat
Modern (Abad 17-19)
Sejarah mencatat bahwa
perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam telah maju lebih dahulu sebelum
dunia barat memperoleh “pencerahan”. Banyak karya-karya ilmiah yang berasal dari dunia islam yang kemudian
dibawa ke barat untuk dipelajari dan dikembangkan. Renaisains yang kemudian diikuti oleh masa pencerahan (aufklarung) menjadi titik tolak modernisme
dimana ilmu pengetahuan, filsafat, dan ideology berkembang dengan demikian
pesatnya. Otonomi manusia (antroposentris) menjadi roh zaman modern (Adian,
2002).
5.
Positivisme (Abad ke-20)
Pada periode ini, August Comte (1798-1857) adalah filsuf yang memelopori
kemunculan aliran filsafat ini. Comte jugalah yang menciptakan istilah
“solsiologi” sebagai disiplin ilmu yang mengkaji masyarakat secara ilmiah.
Positivisme mendominasi wacana ilmu pengetahuan pada awal abad 20-an dengan
menetapkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh ilmu-ilmu manusia maupun
alam untuk disebut sebagai ilmu pengetahuan yang benar. Kriteria-kriteria
adalah eksplanatoris dan prediktif.
Positivisme memiliki
pengaruh yang amat kuat terhadap berbagai disiplin ilmu bahkan sampai dewasa
ini.
6.
Alam Simbolis
Manusia lebih dari sekadar benda mati yang bergerak semata-mata
berdasarkan stimulan dan respons, rangsangan dan reaksi, sebab dan akibat (behaviourisme). Manusia, menurut Ernest
Cassirer adalah makhluk yang memiliki substratum simbolis dalam benaknya hingga
mampu memberikan jarak antara rangsangan dan tanggapan.
Distansiasi (refleksi)
tersebut melahirkan apa yang disebut
sistem – sistem simbiolis, seperti ilmu pengetahuan, seni religi, dan bahasa (
Adian, 2002 : 13).
7.
Posmodernisme
Posmodernisme sesungguhnya merupakan terminologi untuk mewakili suatu
penggeseran wacana di berbagai bidang, seperti seni, arsitektur, sosiologi,
literatur dan filsafat yang bereaksi keras terhadap wacana modernism yang
terlampau mendewakan rasionalitas sehingga mengeringkan kehidupan dari kekayaan
dunia batin manusia.
B.
Sosiologi Modern
Masyarakat membutuhkan jalan keluar dari permasalahan kehidupan mereka
yang serba spesifik dan konkret. Dengan demikian, manusia membutuhkan ilmu
pengetahuan yang menjembatani filsafat dan manusia. Karena itu lahirlah
sosiologi sebagai jalan keluar untuk membantu manusia memecahkan persoalan
masyarakat.
C. Lahirnya
Sosiologi Komunikasi
Sosiologi sejak semula telah menaruh perhatian pada
masalah-masalah yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan
orang lainnya. Saaat ini perspektif teoritis mengenai sosiologi komunikasi
bertumpu pada fokus kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek
yang bersentuhan dengan fokus kajian tersebut.
Bab Dua
Ruang Lingkup dan Konseptualisasi Sosiologi Komunikasi
A. Manusia
Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah, Tuhan Yang Maha Esa dengan
struktur dan fungsi yang sangat sempurna bila dibandingkan dengan makhluk Tuhan
lainnya. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk multidimensional, memiliki
akal pikiran dan kemampuan berinteraksi secara personal maupun sosial. Karena
itu manusia disebut sebagai makhluk yang unik, yang memiliki kemampuan sosial
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
1. Sosiologi
Kata sosiologi berasal dari sofie, yaitu bercocok tanam atau taman,
kemudian berkembang menjadi socius, dalam bahasa Latin yang berarti teman,
kawan. Berkembang lagi menjadi kata sosial, artinya berteman, bersama,
berserikat.
2. Community
Pengertian manusia yang hidup bersama dalam ilmu sosial tidak mutlak
jumlahnya, bisa saja dua orang atau lebih. Manusia tersebut hidup bersama dalam
waktu relatif lama, dan akhirnya melahirkan manusia-manusia baru yang saling
berhubungan satu dengan lainnya. Hubungan antara manusia itu, kemudian
melahirkan keinginan, kepentingan, perasaan, kesan, penilaian dan sebagainya.
3. Teknologi
Telematika
Istilah teknologi telematika (telekomunikasi, media, dan informatika)
bermula dari istilah teknologi informasi (information
technology atau IT). Istilah ini mulai popular di akhir dekade 70-an. Pada
masa sebelumnya, teknologi informasi masih disebut dengan istilah teknologi
komputer atau pengolahan data elektronik atau PDE (electronic data processing atau EDP).
4. Communication
Onong Uchyana mengatakan komunikasi sebagai proses komunikasi pada
hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran, atau perasaan oleh seseorang
(komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa berupa gagasan,
informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya.
5. Sosiologi
Komunikasi
Secara komprehensif sosiologi komunikasi mempelajari tentang interaksi
sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti
bagaimana interaksi (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media,
bagaimana efek media sebagai akibat dari interaksi tersebut, sampai dengan
bagaimana perubahan-perubahan di masyarakat yang didorong oleh efek media
berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung masyarakat
sebagai akibat dari perubahan yang didorong oleh media massa itu.
B. Ranah,
Kompleksitas, Dan Objek Sosiologi
Komunikasi
Ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah individu, kelompok,
masyarakat, dan system dunia. Di mana ranah ini bersentuhan dengan wilayah lain,
seperti teknologi telematika, komunikasi, proses dan interaksi sosial, serta
budaya kosmopolitan. Objek formal dalam studi sosiologi komunikasi menekankan
pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas
sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, aspek ini merupakan aspek
dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain. Aspek lainnya adalah
telematika dan realitasnya.
Bab Tiga
Struktur dan Proses Sosial
A. Struktur
Masyarakat
1) Kelompok
Sosial
Kehidupan kelompok adalah sebuah naluri manusia sejak ia dilahirkan.
Naluri ini yang mendorongnya untuk selalu menyatukan hidupnya bersama dengan
orang lain dalam kelompok. Naluri berkelompok itu juga yang mendorong manusia
untuk menyatukan dirinya dengan kelompok yang lebih besar dalam kehidupan
manusia lain di sekelilingnya bahkan mendorong manusia menyatu dengan alam
fisiknya. Ada empat kelompok sosial yang dapat dibagi berdasarkan struktur
masing-masing kelompok tersebut.
a)
Kelompok
Formal-Sekunder
b)
Kelompok
Formal-primer
c)
Kelompok
Informal-Sekunder
d)
Kelompok
Informal- primer
2) Lembaga
(Pranata) Sosial
Lembaga (Pranata) Sosial adalah sekumpulan tata aturan yang mengatur
interaksi dan proses-proses sosial di dalam masyarakat. Lembaga sosial
memungkinkan setiap struktur dan fungsi serta harapan-harapan setiap anggota
dalam masyarakat dapat berjalan dan memenuhi harapan sebagaimana yang
disepakati bersama. Dengan kata lain lembaga sosial digunakan untuk menciptakan
ketertiban (order).
3) Stratifikasi
Sosial (Social Stratification)
Stratifikasi atau strata sosial adalah struktur sosial yang
berlapis-lapis di
dalam masyarakat. Lapisan sosial
menunjukkan bahwa masyarakat memiliki strata, mulai dari yang terendah sampai
yang paling tinggi. Secara fungsional, lahirnya strata sosial ini karena
kebutuhan masyarakat terhadap system produksi yang dihasilkan oleh masyarakat
di setiap strata, dimana system produksi itu mendukung secara fungsional
masing-masing strata.
4) Mobilitas
Sosial
Menurut Horton dan Hunt (narwoko dan suyanto, 2004; 188), mobilitas
sosial dapat diartikan sebagai suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial
ke kelas sosial lainnya. Mobilitas bisa berupa peningkatan atau penurunan dalam
segi status sosial dan (biasanya) termasuk pula segi penghasilan yang dapat
dialami oleh beberapa individu atau oleh keseluruhan anggota kelompok.
5) Kebudayaan
Kebudayaan (culture) adalah
produk dari seluruh rangkaian proses sosial yang dijalankan oleh manusia dalam
masyarakat dengan segala aktivitasnya. Dengan demikian, maka kebudayaan adalah
hasil nyata dari sebuah proses sosial yang dijalankan oleh manusia bersama
masyarakatnya. Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta buddhayah yang merupakan kata jamak dari
buddhi yang berarti budi atau akal.
Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”.
(Koentjaraningrat, 1979: 195).
B. Proses
Dan Interaksi Sosial
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi
sosial, sedangkan bentuk khususnya adalah aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi
sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara
orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang
perorangan dengan kelompok manusia (Soekanto, 2002: 62). Syarat terjadinya
interaksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan adanya komunikasi (communication).
I.
Kontak sosial
Secara fisik, kontak sosial baru terjadi apabila adanya hubungan fisikl,
sebagai gejala sosial hal itu bukan semata-mata hubungan badaniah, karena
hubungan sosial terjadi tidak saja secara menyentuh seseorang, namun orang
dapat berhubungan dengan orang lain tanpa harus menyentuhnya.
II.
Komunikasi
Dalam komunikasi aada
tiga unsur penting yang selalu hadir dalam setiap komunikasi , yaitu sumber
informasi (receiver), saluran (media), dan penerima informasi (audience).
C.
Proses-Proses
Interaksi Sosial
v Proses Asosiatif
Dimaksud dengan proses
asosiatif adalah sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerja sama
timbal balik antara orang per orang atau kelompok satu dengan yang lainnya., dimana
proses ini menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.
a) Kerja
sama (cooperation) adalah usaha
bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan
bersama.
Gotong royong dan kerja
bakti
Bargaining
Co-optation
Coalition
Joint-venture
b)
Accomodation
Accomodation
adalah
proses sosial dengan dua makna, pertama
adalah proses sosial yang menunjukkan pada suatu keadaan yang seimbang
(equalibrium) dalam interaksi sosial antara individu dan antarkelompok di dalam
masyarakat, terutama yang ada hubungannya dengan norma-norma dan nilai-nilai
sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Kedua adalah menuju pada suatu proses yang sedang berlangsung,
dimana accomodation menampakkan suatu
proses untuk meredakan suatu pertentangan yang terjadi di masyarakat, baik
pertentangan yang terjadi di antara individu, kelompok dan masyarakat, maupun
dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat itu. Proses accomodation ini menuju pada suatu tujuan yang mencapai kestabilan.
Coersion
Compromise
Mediation
Conciliation toleration
Stalemate
Ajudication
v Proses Disosiatif
Proses disosiatif
merupakan proses perlawanan (oposisi) yang dilakukan oleh individu-individu dan
kelompok dalam proses sosial di antara mereka pada suatu masyarakat. Oposisi
diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau kelompok tertentu atau
norma dan nilai yang dianggap tidak mendukung perubahan untuk mencapai
tujuan-tujuan yang diinginkan.
a. Persaingan
(competition)
b. Controvertion
c. Conflict
Bab
Empat
Proses
Komunikasi Dalam Masyarakat
A.
Komunikasi
Langsung
Pada komunikasi
langsung (tatap muka) baik antara
individu dengan individu, atau individu dengan kelompok atau kelompok dengan
kelompok, kelompok dengan masyarakat, maka pengaruh hubungan individu (interpersonal) termasuk di dalam
pemahaman komunikasi ini. Namun
demikian, individu yang memengaruhi proses komunikasi tidak lepas dari pengaruh
kelompoknya baik yang primer maupun sekunder, termasuk pula pengaruh media
massa terhadapnya.
B.
Komunikasi
Massa
Komunikasi massa adalah proses
komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi
dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Dengan demikian, maka
unsur-unsur penting dalam komunikasi massa adalah :
Komunikator,
Media
massa,
Informasi
(pesan) massa,
Gatekeeper,
Khalayak
(publik), dan
Umpan
balik.
v Konsep Massa
Massa memiliki tiga
unsur-unsur penting, yaitu:
·
Terdiri dari masyarakat dalam jumlah
yang besar (large agregate).
·
Jumlah massa yang besar menyebabkan
massa tidak bisa dibedakansatu dengan yang lainnya (undifferentiated).
·
Sebagian besar anggota massa memiliki negatif image terhadap pemberitaan media
massa.
·
Karena jumlah yang besar, maka massa
juga sukar diorganisir.
·
Kemudian massa merupakan refleksi dari
kehidupan sosial secara luas.
v Proses Komunikasi Massa
Sebagaimana yang telah
disinggung di muka, komunikasi massa memiliki proses yang berbeda dengan
komunikasi tatap muka. Karena sifat komunikasi massa yang melibatkan banyak
orang, maka proses komunikasinya sangat kompleks dan rumit. Menurut McQuail
(1992; 33), proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk:
·
Melakukan distribusi dan penerimaan
informasi dalam skala besar.
·
Proses komunikasi massa juga dilakukan melalui
satu arah, yaitu komunikator ke komunikan.
·
Proses komunikasi massa berlangsung
secara asimetris di antara komuniikator ke komunikan, menyebabkan komunikasi di
antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara.
·
Proses komunikasi massa juga berlangsung
impersonal (non pribadi) dan tanpa nama.
·
Proses komunikasi massa juga berlangsung
berdasarkan pada hubungan-hubungan kebutuhan (market) di masyarakat.
v Audiensi Massa
Khalayak memiliki
sifat-sifat sebagaimana yang ada pada konsep massa, namun lebih spesifik
teragregat pada suatu media massa. Jadi, sifat audien massa umpamanya:
·
Terdiri dari jumlah yang besar.
·
Suatu pemberitaan media massa dapat
ditangkap oleh masyarakat dari berbagai tempat, sehingga sifat audien massa
juga ada tersebar dimana-mana, terpencar, dan tidak mengelompok pada wilayah
tertentu.
·
Pada mulanya audien massa tidak
interaktif, artinya antara media massa dan pendengar atau pemirsanya tidak
saling berhubungan, namun saat ini konsep ini mulai ditinggal, karena audien
massa dan media massa dapat berinteraksi satu dengan lainnya melalui komunikasi
telepon.
·
Terdiri dari berbagai lapisan masyarakat
yang sangat heterogen.
·
Tidak terorganisir dan bergerak sendiri.
§ Budaya Massa
Komunikasi massa
berproses pada level budaya massa, sehingga sifat komunikasi massa sangat
dipengaruhi oleh budaya massa yang berkembang di masyarakat di mana proses
komunikasi itu berlangsung.
v Fungsi Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah
salah satu aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat. Selain manifest function dan laten function, setiap aktivitas sosial
juga berfungsi melahirkan (beiring function) fungsi-fungsi sosial lain, bahwa
manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna.
a.
Fungsi
Pengawasan
b.
Fungsi
Social Learning
c.
Fungsi
Penyampaian Informasi
d.
Fungsi
Transformasi Budaya
e.
Hiburan
v Komunikasi Massa Sebagai Sistem
Sosial
Sistem sosial komunikasi
massa yang dikonstruksi dengan berbagai komponen di atas, membentuk sebuah
sistem sosial yang berkembang, silid, mengalami pergerakan-pergerakan internal
di antara anggota sistem, berevolusi (bahkan berdifusi) dan akhirnya melahirkan
sistem-sistem sosial yang baru yang lebih tangguh dan lebih sempurna.
v Peran Media Massa
Media massa adalah
instuisi yang berperan sebagai agent of change, yaitu sebagai instuisi pelopor
perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa. Dalam menjalankan
paradigmanya media massa berperan:
a. Sebagai
instuisi pencerahan masyarakat
b. Selain
itu, media massa juga media informasi
c. Terakhir
media massa sebagai media hiburan
Bab
Lima
Perubahan
Sosial Dan Budaya Massa
A.
Perubahan
Sosial
Perubahan sosial adalah
proses sosial yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur
budaya dan sistem-sistem sosial, si mana semua tingkat kehidupan masyarakat
secara sukarela, atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan
pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru. Perubahan sosial
terjadi ketika ada kesediaan anggota masyarakat untuk meninggalkan unsur-unsur
budaya dan sistem sosial lama dan mulai beralih menggunakan unsur-unsur budaya
dan sistem sosial yang baru.
B.
Budaya
Massa Dan Budaya Populer
Kehidupan masyarakat
kota, pada umumnya, satu sama lain tidak saling mengenal dan interaksi-interaksi
mereka didasari oleh kepentingan dan kebutuhan yang dilandasi pada hubungan
sekunder, sehingga secara real media massa telah menjadi salah satu kebutuhan
dalam berinteraksi di dalam masyarakat perkotaan satu dengan lainnya. Dalam
penyampaian berbagai produk tayangan, media massa berupaya menyesuaikan dengan
khalayaknya yang heterogen dan berbagai sosio-ekonomi, kultural, dan lainnya.
Kebudayaan populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat
dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu, seperti pementasan
mega bintang, kendaraan pribadi, fashion,
model rumah, perawatan tubuh, dan semacamnya.
Bab
Enam
Sosiologi
Media Dan Komunikasi Massa
A.
Perkembangan
Teknologi Media
I.
Riwayat
Komunikasi dan Sejarah Kemanusiaan
Riwayat perkembangan
komunikasi antarmanusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu
sendiri. Lahirnya era komunikasi interaktif ditandai dengan terjadinya
diversifikasi teknologi informasi dengan bergabungnya telepon, radio, komputer,
dan televisi menjadi satu dan menandai teknologi yang disebut dengan internet.
a.
Media
Komunikasi Antarpribadi
Pada saat masyarakat
baru mampu menggunakan komunikasi oral dan berkembang menjadi komunikasi tulis,
maka lahirlah berbagai media komunikasi antarpribadi.
Saylin Wen
mengategorikan perkembangan awal pada media komunikasi antara pribadi dengan
enam media, seperti:
Ø Suara
Ø Grafik
Ø Teks
Ø Musik
Ø Animasi
Ø Video
b.
Media
Penyimpanan
Memang ada beberapa
konsep media penyimpanan yang sebenarnya telah berada pada era modern, namun
gagasan-gagasan dari jenis media penyimpanan itu sebenarnya sudah ada sejak
permulaan era cetak.
Saylin Wen (2002;
39-63) mengatakan bahwa, jenis-jenis media penyimpanan adalah:
Ø Buku dan Kertas
Ø Kamera
Ø Alat Perekam Kaset
Ø Kamera Film Proyektor
Ø Pita Perekam Video
Ø Disk Optikal
Ø Disket dan Hard Disk
Ø Flash Disk
c.
Media
Transmisi
Transmisi media
bukanlah sekadar tentang penyimpanan dan penyebaran. Kita juga menginginkan
informasi ditransmisikan seketika (real-time)
sebelum beritanya ketinggalan. Demikianlah, selain media penyimpanan, kita juga
membutuhkan transmisi seketika (real-time).
Ø Komunikasi
Pada dasarnya,
komunikasi adalah transmisi dari satu orang ke satu orang, di mana pengirim
maupun penerimanya spesifik.
Ø Penyiaran
Transmisi kedua adalah
penyiaran, yaitu transmisi dari satu orang ke banyak orang.
Ø Jaringan
Jenis transmisi ketiga
adalah jaringan, yang merupakan transmisi dari banyak orang ke banyak orang,
tetapi juga mencakup transmisi dari satu orang ke satu orang dan dari satu
orang ke banyak orang.
Ø Konvergensi Media dan New Media
Perkembangan teknologi
komunikasi yang sangat pesat saat ini, maka diperkirakan pabrik teknologi
komunikasi memproduksi berbagai varian teknologi komunikasi setiap hari di
pabrik mereka.
II.
Empat
Era Perkembangan Komputerisasi
Fase yang paling
menentukan dalam revolusi komputer adalah pengembangan notasi biner di tahun
1679, di mana notasi biner ini adalah dasar bagi semua bahasa komputer.
·
Era Komputerisasi
·
Era Teknologi Informasi
·
Era Sistem Informasi
·
Era globalisasi Informasi
III.
Media
Massa Depan dan Platform Teknologi
Komunikasi
Teknologi komunikasi
membutuhkan platform pengembangan
yang jelas di masa depan. Seperti yang dijelaskan di depan bahwa saat ini
perkembangan teknologi telematika berada pada situasi anomi, di mana tidak ada platform yang jelas arah
pengembangannya.
B.
Adopsi
Inovasi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Media
Peruahan-perubahan
sosial selalu dipengaruhi oleh hal-hal baru di masyarakat yang menciptakan
suatu keadaan yang berbeda dengan keadaan sebelumnya dalam sistem sosial. Jadi,
pada kondisi sosial lama terdapat perbedaan, kemudian pada waktu yang berbeda dan
di antara sistem sosial yang sama.
Bab
Tujuh
Masyarakat
Cyber
A.
Cybercommunity
1)
Masyarakat
Global dan Pembentukan Cybercommunity
Community_masyarakat
adalah kelompok-kelompok orang yang menempati sebuah wilayah (teritorial)
tertentu, yang hidup secara relatif lama, saling berkomunikasi, memiliki
simbol-simbol dan aturan tertentu serta sistem hukum yang mengontrol tindakan
anggota masyarakat, memiliki sistem stratifikasi, sadar sebagai bagian dari
anggota masyarakat tersebut serta relatif dapat menghidupi dirinya sendiri.
2)
Masyarakat
Maya; Sisi Lain Kehidupan Masyarakat Manusia
Seluruh ciptaan
manusia, maka masyarakat maya menggunakan seluruh metode kehidupan masyarakat
nyata sebagai model yang dikembangkan di dalam segi-segi kehidupan maya.
·
Proses-proses
Sosial dan Interaksi Sosial
·
Kelompok
Sosial Maya
·
Kebudayaan
dan Masyarakat Maya
·
Pranata
dan Kontrol Sosial Masyarakat Maya
·
Stratifikasi
Sosial, Kekuasaan, dan Kepemimpinan Masyarakat Maya
·
Perubahan
Sosial dalam Masyarakat Maya
3)
Hyper-Reality;
Sisi Lain Masyarakat Maya
Kemampuan teknologi
media elektronika memungkinkan perancang agenda
setting media dapat menciptakan
realitas dengan menggunakan satu model produksi yang oleh Jean Baudrillard
(Piliang; 1998: 228) disebutnya dengan simulasi, yaitu penciptaan model-model
nyata yang tanpa asal usul atau realitas awal. Hal ini olehnya disebut (hiper-realitas).
B.
Aplikasi
Cyber Dalam Kehidupan Masyarakat
v E-government dan E-commerce; dan varian “E” Lainnya
Dalam banyak hal,
sistem controlling, penjenjangan
karier, pelaporan, pengarsipan, dan aktivitas e-commerce telah dilakukan di
berbagai kantor dan kegiatan pemerintahan lainnya di berbagai negara. Saat ini
e-commerce dalam konsep yang lebih luas telah berkembang dalam banyak bidang
komersial, perbankan, dan usaha-usaha ritel sudah memulai kegiatan ini dengan
sangat sukses.
v Cyberlaw sebagai Konsekuensi
Cybercrime
Melihat masalah
terbesar yang dihadapi oleh cybercommunity
adalah cybercrime, maka kebutuhan
terhadap cyberlaw menjadi sangat
mendesak. Cyberlaw dimaksud adalah
perangkat hukum positif yang digunakan untuk mengontrol akselerasi kehidupan
dalam cybercommunity.
Bab
Delapan
Realitas
Media dan Konstruksi Sosial Media Massa
A.
Diskursus
Realitas Sosial
Pada umumnya teori
dalam paradigma definisi sosial sebenarnya berpandangan bahwa manusia adalah
aktor yang kreatif dari realitas sosialnya. Manusia dalam banyak hal memiliki
kebebasan untuk bertindak di luar batas kontrol struktur dan pranata sosialnya
di mana individu berasal.
B.
Konstruksi
Sosial Sebagai Ilmu Dan Filsafat
Dalam pandangan
realisme hipotesis, pengetahuan adalah sebuah heipotesis dari struktur realitas
yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki. Sedangkan
konstruktivisme biasa mengambil semua konsekuensi konstruktivisme dan memahami
pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu.
C.
Konstruksi
Sosial Media Massa; Kritik Terhadap Berger Dan Luckmann
Substansi “teori
konstruksi sosial media massa” adalah pada sirkulasi informasi yang cepat dan
luas sehingga konstruksi sosial berlangsung sangat cepat dan sebarannya merata.
v Tahap Menyiapkan Materi Konstruksi
Ada tiga hal penting
dalam penyiapan materi konstruksi sosial yaitu:
§ Keberpihakan
media massa kepada kapitalisme
§ Keberpihakan
semu kepada masyarakat
§ Keberpihakan
kepada kepentingan umum
v Tahap Sebaran Konstruksi
Selain media elektronik
dan media cetak, sebaran konstruksi juga dapat menggunakan varian media lain,
seperti Media Luar Ruangan, Media Langsung, dan Media Lainnya.
v Pembentukan Konstruksi Realitas
§ Tahap Pembentukan Konstruksi
Realitas
§ Pembentukan Konstruksi Citra
v Tahap Konfirmasi
Konfirmasi adalah
tahapan ketika media massa maupun pembaca dan pemirsa memberi argumentasi dan
akuntabilitas terhadap pilihannya untuk terlibat dalam tahap pembentukan konstruksi.
ü Realitas Media; Realitas yang
Dikonstruksi oleh Media Massa
Realitas media adalah
realitas yang dikonstruksi oleh media dalam dua model; pertama adalah model peta analog dan kedua adalah ,odel refleksi realitas. Model-model itu dapat
dijelaskan sebagai berikut:
o
Model
Peta Analog
o
Model
Refleksi Realitas
D.
Realitas
Sosial Bentukan Media Massa; Iklan Televisi
Dalam dunia
pertelevisian, sistem teknologi telah menguasai jalan pikiran masyarakat,
televisi menguasai pikiran-pikiran manusia dengan cara membangun teater dalam
pikiran manusia (theater of mind),
sebagaimana gambaran realitas dalam iklan televisi.
E.
Bahasa
Sebagai Realitas Sosial Iklan
Sistem tanda bahasa ini
digunakan secara maksimal dalam iklan televisi. Iklan televisi pada umumnya
berdurasi dalam ukuran detik, memanfaatkan sistem tanda untuk memperjelas makna
citra yang dikonstruksikan.
F.
Sumber
Nilai Acuan Konstruksi Sosial Media Massa
Umumnya nilai yang
dikonstruksi oleh media massa adalah nilai yang bersumber dari redaktur dan
para desk media massa. Kalau
dikatakan, bahwa media massa adalah replikasi dari masyarakat di sekitarnya,
maka artinya replikasi itu diwakilkan oleh nilai-nilai dan norma yang ada pada
redaktur dan para desk media massa
tertentu.
Bab
Sembilan
Paradigma
keilmuan dan Teori Komunikasi
A.
Basis
Sosial Dan Paradigma Teori Komunikasi
Khazanah keilmuan
komunikasi dipengaruhi oleh ilmu-ilmu sosial di mana ilmu sosial adalah induk
dari ilmu komunikasi, di samping itu juga ilmu komunikasi dipengaruhi oleh
ilmuwannya dan stakeholder akademik
di sekitarnya.
B.
Jenis
Pengetahuan Dan Paradigma Lain Dalam Komunikasi
Jadi, komunikasi adalah
suatu ilmu pengetahuan sosial yang memiliki ciri-ciri; berkenaan dengan
pemahaman tentang bagaimana orang berprilaku dalam menciptakan, mempertukarkan,
serta menginterpretasikan pesan-pesan.
v Pandangan Humanistik
Menurut Littejohn
(1996; 11), tujuan humanitas adalah memahami respons subjektif individual.
Sains adalah suatu aktivitas “di luar sana” sedangkan humanitas menekankan “di
dalam sini”.
v Pandangan Social Science
Dalam berupaya
mengoservasikan dan menginterpretasikan pola-pola prilaku manusia pakar ilmu
sosial menjadikan manusia sebagai objek studi yang harus diobservasinya.
C.
Pendekatan
Keilmuan Dalam Komunikasi
v Pendekatan
Unscientific
Pada pendekatan Unscientific umumnya orang menjawab
dorongan ingin tahu dan mencari kenbenaran, melalui:
·
Secara kebetulan.
·
Secara trial and error.
·
Melalui otorisasi seseorang.
·
Wahyu
v Pendekatan Scientific
Cara-cara berpikir
kritis-rasional merupakan cara-cara perburuan kebenaran melalui
pendekatan-pendekatan ilmiah.
·
Berpikir
Kritis-Rasional
·
Penelitian
Ilmiah (Scientific Research)
D.
Jenis
Teori Komunikasi
v Jenis-jenis Teori Komunikasi
·
Teori-teori
Fungsional dan Struktural
·
Teori-teori
Behavioral dan Cognitive
·
Teori-teori
Konvensional dan Interaksional
·
Teori-teori
Kritis dan Interpretatif
·
Intra-personal
communication
·
Interpersonal
communication
·
Komunikasi kelompok (group communication)
·
Komunikasi organisasi (organizational communication)
·
Komunikasi massa (mass communication)
E.
Model
Dan Proses Komunikasi
v Model
Komunikasi
Pertama,
model komunikasi linier. Kedua, model komunikasi dua arah. Ketiga, model
komunikasi transaksional.
v Proses
Komunikasi
Informasi adalah
sesuatu (fakta, opini, gagasan) dari satu partisipan kepada partisipan lain
melalui penggunaan kata-kata atau lambang lainnya.
F.
Lingkup
Teori Komunikasi
v Teori Komunikasi Kelompok
v Teori Komunikasi Organisasi
v Teori Komunikasi Massa
v Teori-teori Komunikasi
Interpretatif dan Kritis
·
Teori-teori
Komunikasi Interpretasi
·
Teori-teori
Komunikasi Kritis
G.
Teori
Dan Model Komunikasi Antarpribadi
v Teori-teori Diri dan Orang Lain
o
Persepsi
Terhadap Diri Pribadi (Self Perception)
o
Kesadaran
Pribadi (Self Awareness)
v Teori Hubungan Antarpribadi (Interpersonal Relationship)
o
Self
Disclosure
o
Social
Penetration
o
Process
View
o
Social
Exchange
H.
Teori
Dan Model Komunikasi Kelompok
v Pengertian Komunikasi Kelompok
Kelompok juga memberi
identitas terhadap individu, melalui identitas ini setiap anggota kelompok
secara tidak langsung berhubungan satu sama lain.
v Karakteristik Komunikasi Kelompok
Karakteristik
komunikasi dalam kelompok ditentukan melalui dua hal, yaitu norma dan peran.
Norma adalah kesepakatan dan perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam
suatu kelompok berhubungan dan berprilaku satu dengan lainnya.
v Fungsi Komunikasi Kelompok
o
Fungsi pertama dalam kelompok adalah
hubungan sosial
o
Pendidikan adalah fungsi kedua dari
kelompok
o
Fungsi persuasi
o
Fungsi problem solving
o
Fungsi terapi
v Tipe Kelompok
Penjelasan ketiga tipe
kelompok itu adalah sebagai berikut:
o
Kelompok Belajar (Learning Group)
o
Kelompok Pertumbuhan (Growth Group)
o
Kelompok Pemecahan Masalah (Problem Solving Group)
I.
Teori
Dan Model Komunikasi Organisasi
v Pengertian Komunikasi Organisasi
Dengan demikian, komunikasi organisasi adalah komunikasi antarmanusia
(human communication) yang terjadi dalam konteks organisasi di mana terjadi
jaringan-jaringan pesan satu sama lain yang saling bergantung satu sama lain.
v Fungsi
Komunikasi dalam Organisasi
a)
Fungsi Informatif
b)
Fungsi Regulatif
c)
Fungsi persuasif
v Pendekatan
Hubungan Manusia (Human Relations)
Secara umum, dalam berbagai hal, pendekatan structural dan fungsional
mengenai organisasi hanya menekankan pada produktivitas dan penyelesaian
tugas-tugas, sedangkan faktor manusia sebagai variabel dalam suatu pengertian
yang lebih luas.
J.
Teori Efek Komunikasi Massa
a)
Stimulus-Respons
b)
Komunikasi Duan Tahap dan Pengaruh Antarpribadi
c)
Difusi Inovasi
d)
Teori Agenda-Setting
e)
Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa
f) Spriral of Silence
g) Information Gaps
h) Uses and Gratifications
i)
Teori Uses and
Effects
j)
Information
seeking
k)
Konstruksi Sosial Media Massa
l)
Laswell Model
K.
Empat Teori Pers
a)
Teori Otoriter
b)
Teori Liberal
c)
Teori Tanggung Jawab Sosial
d)
Teori Komunis Soviet
L.
Teori Komunikasi Dunia Maya Atau Teori Cyebercommunity
Pada bagian lain dalam buku ini telah dijelaskan mengenai persoalan
virtual reality, realitas maya, cybercommunity, sebagai akibat langsung dari
perkembangan teknologi telematika yang semakin pesat.
Bab Sepuluh
Penelitian Komunikasi
A.
Proses Dan Fokus Penelitian Komunikasi
a)
Proses Penelitian
Meliputi cara bagaimana
komunikasi berlangsung baik dari individu dengan kelompok maupun kelomok dengan
kelompok
b)
Focus Penelitian
Metode dan cara
penelitian membantu mempercepat penelitian dalam komunikasi
B. Pendekatan
penelitian
a) Pendekatan
Kualitatif
Desain Penelitian Kualitatif
b) Pendekatan
Kuantitatif
Format Desain Penelitian
Kuantitatif
Analisis Kuantitatif
C. Metode
Penelitian
Penelitian komunikasi memiliki objek dan proses serta pendekatan yang
spesifik, sehingga kecenderungan memilih metode pun terdapat perbedaannya.
Perbedaan – perbedaan yang muncul menjadi sebuah instrumen dan barometer yang
harus kita gali dalam pelaksanaanya.
Bab Sebelas
Efek Media Massa
A. Efek
Media Yang Terencana
Efek media massa yang dapat direncanakan bias terjadi dalam waktu yang
pendek atau waktu yang cepat.
B. Efek
Media Yang Tidak Terencana
Efek media massa yang terjadi tidak terencana dapat berlangsung dalam
dua tipologi, yaitu terjadi dalam waktu cepat dan terjadi dalam waktu yang
lama.
Bab Dua Belas
Media Massa dan
Masalah-Masalah Sosial
A. Mistisme
Dan Tahayul
Kebutuhan masyarakat terhadap hiburan macam ini adalah sebuah
petualangan batin masyarakat untuk menjawab rasa ingin tahu mereka terhadap
misteri fisika (mistik) atau rasa ingin tahu terhadap dunia lain, dunia mistik
yang tak terjawab itu.
i.
Macam-macam Tayangan Mistik dan Tahatul
ii.
Bahaya Tayangan Mistik dan Tahayul
Setiap pemberitaan media massa memiliki efek media bagi konsumen media,
salah satu efek media tersebut adalah efek keburukan yang dialami oleh
masyarakat. Efek buruk adalah selain berdampak pada kerusakan kognitif
masyarakat, terutama anak-anak, bahaya terbesar dari tayangan mistik dan
tahayul adalah pada kerusakan sikap dan perilaku.
B. Pelecehan
Seksual Dan Pornomedia
a. Berawal
dari Wacana Seks
b. Pergeseran
Konsep Pornografi
·
Pornografi
·
Pornoteks
·
Pornosuara
·
Pornoaksi
·
Pornomedia
c. Pengaruh
Pornomedia: Kritik Terhadap Pornografi
Masing-masing orang yang berada pada konteks budaya dan sosiologis ini
memiliki kepentingan masing-masing untuk membuat definisi tentang porno sebagai
bentuk dari eksistensi mereka, terutama berhubungan dengan kekuasaan dan
Negara.
d. Konstruksi
Sosial Pornomedia
Ketika media massa menggunakan pornomedia sebagai objek pemberitaan
maupun proses pemberitaan, maka informasi pemberian porno itu akan sangat cepat
(dan meluas) terkonstruksi sebagai pengetahuan di masyarakat.
C. Kekerasan
Perempuan Di Media Massa
·
Citra Kekerasan Manusia
·
Kekuasaan Laki-laki Atas Perempuan: Ciptaan
Kapitalisme
D. Kekerasan
Dan Sadisme
Media massa benar-benar ingin menunjukkan kepada masyarakat konsumennya
bahwa ia adalah benar-benar replikasi dari masyarakatnya, karena itu media
massa juga harus tampil dalam bentuk kekerasan dan sadistis, media massa harus
punya wajah seram yang membuat masyarakat merinding dan mengelus dada.
E. Lingkup
Teori Komunikasi
·
Teori Komunikasi Kelompok
·
Teori Komunikasi Organisasi
·
Teori Komunikasi Massa
F. Penggunaan
Telepon Genggam Yang Mencemaskan
Pertama, kuantitas HP berkembang dalam jumlah yang sangat besar seirama dengan
produsen-produsen HP memproduksi HP murah yang masa penggunaannya terbatas
sehingga diperkirakan akan menjadi limbah yang mengkhawatirkan di dunia. Kedua,
HP berkembang kea rah disfungsi social, di mana penggunaan HP dapat merusak
sendi-sendi hubungan social masyarakatnya.
G. Penggunaan
Telepon Untuk Menipu Dan Pornosuara
Telepon juga menjadi alat utama untuk menipu masyarakat. Para penipu
telah membangun konsep jaringan telepon untuk menipu orang, bahkan mereka
sanggup mengkoneksikan jaringan telepon, internet, ATM, dan Kode Rahasia Bank
(PIN) untuk membobol bank.
H. Runtuhnya
Media Cetak
Berbagai analis memperkirakan bahwa salah satu pemicu kehancuran media
cetak adalah factor televise dan internet. Pendengar televise di Amerika
sebesar 70% dan sebanyak 40% warga Amerika berusia di bawah 30 tahun
menggunakan referensi Internet (media
online) untuk mendapatkan berita
nasional dan internasional.
Bab Tiga Belas
Masa Depan Sosiologi
Komunikasi
A. Agenda
Penting
Persoalan-persoalan
komunikasi amat mendominasi masalah sosiologis kontemporer, terutama konten
media begitu banyak menyita perhatian kita dalam studi-studi komunikasi.
·
Time
and Space dan Stasiun Media Bergerak (Telapak Tangan)
·
New Media
·
Cyber
dan Ruang Waktu
·
Citra dan Konstruksi Sosial Media Massa
B. Tenaga
Pengajar Dan Peneliti
Tenaga pengajar dan peneliti di bidang komunikasi saat
ini masih sangat terbatas yang ada di berbagai perguruan tinggi, kalau ada,
justru keberadaan mereka sama saja tidak ada karena konsentrasi mereka tidak
penuh ke bidang ini, hal tersebut dikarenakan karena biasanya mereka
mencari kehidupan di luar bidang ini, terutama di politik, akibatnya banyak
pekerjaan penelitian yang seharusnya dilakukan, menjadi terbengkalai.
Catatan penting pada bab ini adalah, melihat arah perkembangan masyarakat dan
teknologi media pada saat ini, maka diwaktu – waktu yang akan datang, kajian
sosiologi komunikasi memiliki masa depan yang sangat luas dan memiliki bidang – bidang kajian yang
sangat luas pula seirama dengan perkembangan masyarakat dan teknologi media itu
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar